Ceritanya dulu tahun 70-an ada orang Jepang, wisatawan gitu pengen
dianter ke bandara. Naik taksi, jelek, gak ada ac-nya, taksi butut,
jalannya pelan, si Jepang bilang,
“Haaa, taksi Indonesia no good”
Ada mobil nyerusuk dari kiri dan kanan, wezzzz, wezzzz
“Haaaa, mobil made in Japan, mobil made in Japan, very fast, taxi Indonesia no good”
Sopir taksinya sebel, begita nyampe Kemayoran, jaman dulu masih di
Kemayoran tuh, diturunin penumpang si Jepang. Kemudian si Jepang nanya,
“How much?”
“One million”
“Haaa, very expensive”
“Argometer kuda made in Jakarta, very faaaaast, mau apa lo?”
Kemajuan dari sebuah public speaking, sebagai anak
radio diajarin satu hal : “ngomong yang bener, dengan smiling voice”
“Smiling voice itu apa sich kak?”
“Jadi elo ngomong sambil senyum”
Ngomong dech “Halo selamat pagi semuanya, apa kabar? Inilah lagu yang paling enak untuk anda” (sambil senyum)
Akibatnya apa? Anak radio itu cuma kenal satu ekspresi yaitu smile. Jadi
masalah? Enggak, sampai pada suatu hari dalam sebuah acara yang sangat
khidmat.
“Hadirin sekalian, selamat datang, terimakasih telah menghadiri acara tahlilan 40hari paman saya” (sambil senyum)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar